Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjawab argumen Eks Wagub DKI Era Ahok, Djarot Saiful Hidayat soal banyaknya kursi jabatan eselon II yang kosong dan mati peminat. Riza menegaskan seluruh itu terjadi karena adanya mutasi dan rotasi aparatur sipil negara (ASN).

“Itu memang ada prosesnya. Itu kan tersedia masanya kemudian ada penyebabnya, ada pergantian ada penyegaran ada mutasi kan pokok dan jabatan itu dalam mana saja dari tingkat pusat sampai kelurahan di seluruh Indonesia itu biasa ada penyegaran ada mutasi ada reposisi dan sebagainya, ” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (20/5/2021).

Kemudian, Riza juga memastikan proses opsi terbuka atau lelang kedudukan eselon II terus reda. Seleksi jabatan, sebutnya, diupayakan demi menemukan kandidat dengan cocok mengisi kekosongan posisi.

“Ini kan di beberapa titik yang sedang proses ini kan masih sampai tanggal 4. Jadi kita tunggu dan kami ajak semuanya, ASN yang memenuhi sarana dapat mengikuti proses lelang, ” kata Riza.

Riza berharap melalaikan seleksi terbuka ini, Pemprov DKI dapat menjaring ASN yang memiliki kapabilitas serta kompetensi dalam bekerja. Menurutnya, semua itu merupakan proses yang berkesinambungan.

“Penting bagi ASN supaya memahami kinerjanya, kemampuannya, keunggulan dan kekurangan dengan mendaftarkan ujian atau tes itu kan kita jadi tahu sejauh mana kompetensi kita, kemampuan kita dan lain-lain. Tentu bagian dari proses, ” jelasnya.

“Dan tentu kita berniat semua yang memenuhi sarana bisa ikut dalam metode lelang sehingga Pemprov mendapatkan pilihan yang banyak serta pilihan yang baik buat jabatan-jabatan tersebut yang di dalam akhirnya bisa memberikan kinerja yang baik, ” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Djarot Saiful Hidayat ambil bicara terkait tidak maunya ASN DKI ikut lelang jabatan eselon II dalam lingkungan Pemprov. Djarot merasa heran. Sebab, eselon II merupakan jabatan strategis untuk mengembangkan potensi diri.

“Agak aneh pula. Umumnya ASN ingin meningkatkan kariernya dengan menduduki jabatan-jabatan strategis, untuk menjawab tantangan sekaligus mengaktualisasikan potensi dengan mereka miliki, ” prawacana Djarot kepada wartawan, Kamis (20/5/2021).

Djarot, yang kini menjadi bagian Komisi II DPR, mengatakan pada era kepemimpinannya berhubungan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kekosongan jabatan tidak sudah terjadi. Sebab, banyak persediaan ASN yang telah mendaftarkan lelang jabatan.

“Hal ini, seingat saya, tidak pernah terjadi dalam masa Ahok-Djarot. Hampir tidak ada kekosongan jabatan sebab DKI mempunyai stok yang cukup banyak ASN, yang sudah mengikuti lelang kedudukan, sehingga, kalau ada dengan mundur atau tidak mulut bekerja, bisa cepat diganti, ” sebut Djarot.

“Perumpamaan dari Bungkus Ahok seperti dalam sepakbola. Kita punya banyak pemain cadangan yang siap mewakili mereka yang tidak bisa kerja dengan baik, ” imbuhnya.

(isa/isa)