Washington DC berantakan

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengakui dirinya memang meremehkan bahaya virus Corona (COVID-19) meskipun mengetahui bahwa virus itu sebenarnya mematikan. Diakui Trump bahwa hal itu dia lakukan karena tidak ingin memicu teror.

Seperti dilansir Associated Press dan Reuters , Kamis (10/9/2020), Trump dalam penjelasan terbaru kepada wartawan di Gedung Putih bersikeras menyatakan dirinya berupaya meningkatkan semangat bangsa dan melegalkan berupaya menghindari lonjakan harga kebutuhan sehari-hari saat pandemi Corona merajalela.

“Faktanya adalah aku seorang pemandu sorak (cheerleader) untuk negara ini. Saya mencintai negara kita dan saya tidak mau orang-orang ketakutan. Saya tidak ingin memicu kepanikan, seperti yang Anda katakan, ” ucap Trump pada wartawan setempat pada Rabu (9/9) waktu setempat.

“Tentu sekadar, saya tidak akan membawa negara ini atau dunia ke di dalam kegilaan. Kita ingin menunjukkan kepercayaan diri. Kita ingin menunjukkan kekuatan, ” tegasnya.

Tinjauan Trump itu, menurut Associated Press , menunjukkan kalau dia dengan sengaja mengarahkan orang-orang untuk mengabaikan kenyataan soal status buruk yang akan datang.

Rekaman audio dari sebanyak wawancara wartawan senior AS, Bob Woodward, dengan Trump mengungkapkan bahwa Presiden AS itu mengakui dirinya tahu betapa mematikannya virus Corona, namun meremehkan bahayanya karena tidak ingin memicu kepanikan. Isi rekaman itu dituangkan dalam buku terbaru Woodward yang berjudul ‘Rage’ dengan akan terbit pada 15 September mendatang.

Dalam ramah dengan Woodward pada Februari berserakan, Trump bahkan menyebut virus Corona lima kali lebih mematikan dibanding flu. “Itu menyebar melalui hawa, ” kata Trump kepada Woodward pada 7 Februari lalu.

“Itu selalu lebih suram daripada sentuhan. Anda tidak perlu menyentuh apapun. Betul? Tetapi secara udara, Anda hanya perlu menghirup udara dan begitulah penyebarannya. Karenanya, (virus Corona) ini sangat kacau. Sangat pelik. (Virus) itu serupa lebih mematikan daripada flu-flu dengan berat, ” sebut Trump masa itu.