Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021. Lubuklinggau

Eks Business Manager Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Kawasan berinisial PM (45) sudah ditetapkan jadi tersangka kasus dugaan daur ulang media tes antigen di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara (Sumut). PM diketahui merupakan masyarakat Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel).

Dalam kejadian ini, PM diduga berlaku sebagai penanggung jawab laboratorium dan yang menyuruh menyelenggarakan penggunaan cotton buds swab antigen bekas. Belakangan diketahui, dia memiliki sebuah sendi mewah yang sedang dibangun yang beralamat di Rumah Pasar Ikan, Simpang Priuk, Lubuklinggau.

Pemimpin RT setempat, Muslim, melegalkan bahwa PM adalah warganya. Namun saat ini pendirian rumah PM sedang dihentikan.

“Benar, PM merupakan warga kita. Dia baru membangun rumah mewah di depan panti lamanya. Saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Telah dua hari ini tampak kosong dan terkunci rapat, ” ujar Muslim pada wartawan, Sabtu (1/5/2021).

Dia mengatakan PM sudah tinggal di provinsi tersebut sejak 2011. PM dan keluarganya dikenal awak berkelakuan baik.

Rumah mewah yang baru dibangun milik tersangka kasus tes antigen bekas di Kualanamu berinisial PM (Prima Syahbana/detikcom)

Pengerjaan sendi PM mulai disetop sesudah kasus tes antigen memakai alat bekas mencuat.

“Pengerjaan rumah mewah milik PM itu disetop oleh pihak keluarganya setelah kasus yang menjerat PM mencuat, ” katanya.

Kapolda Sumatera Memajukan (Sumut) Irjen Panca Anak mengatakan penggunaan alat ulangan antigen COVID-19 bekas pada Bandara Internasional Kualanamu oleh petugas PT Kimia Farma Diagnostik dilakukan sejak Desember 2020. Para tersangka mendaur ulang alat tes antigen untuk dipakai lagi.

Dia mengatakan kegiatan daur ulang alat uji cepat COVID-19 oleh kelima orang tersangka itu dilakukan di laboratorium kantor Kimia Farma di Jalan RA Kartini Medan.

Adapun motif para tersangka melakukan tindak pidana kesehatan tersebut adalah mendapatkan keuntungan. Diduga telah ada 9. 000 orang yang menggunakan layanan ini.

“Barang bukti kita amankan Rp 149 juta dibanding tangan tersangka, ” ujarnya.

Lima orang yang ditetapkan sebagai simpulan adalah eks Business Manager Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Medan PM (45), mantan kurir Laboratorium Kimia Farma SR (19), mantan CS di Laboratorium Klinik Kimia Farma DJ (20), mantan pekerja bagian admin Lab Kimia Farma Jl Kartini Medan M (30), dan mantan pekerja bagian admin hasil swab R (21).

Kelimanya dijerat Pasal 98 bagian (3) juncto Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) juncto Pasal 62 ayat (1) UU Nomor 8 Tarikh 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Kimia Farma juga telah buka perkataan. Kelima tersangka itu telah dipecat dari perusahaan.

“Kimia Farma memecat para oknum petugas setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Sumatera Memajukan dalam kasus penggunaan kembali alat rapid test antigen di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, ” ujar PT Kimia Farma dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/4).

(jbr/hri)