Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta – Lia Aminuddin pedengan Lia Eden dikabarkan meninggal dunia. Namun, unggahan dengan mengabarkan kabar duka tersebut telah dihapus.

Adalah Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk) yang mengabarkan meninggalnya Lia Eden melalui akun Facebook-nya sekitar pukul 09. 53 WIB. Dalam unggahannya, Lia Eden disebut meninggal pada Jumat (9/4) berantakan.

“Lia Eden (Lia Aminudin) yang sejak 1995 meyakini terus menerima bimbingan malaikat Jibril sudah meninggal Jumat (9/4) berserakan, ” demikian dikutip sejak akun Facebook Serikat Pewarta untuk Keberagaman (Sejuk), Minggu (11/4/2021).

Publik Sejuk telah mengizinkan detikcom untuk mengutip informasi itu. Lia Eden dikabarkan wafat dunia pada Jumat cerai-berai (9/4).

“Selamat jalan, Lia Eden. Beristirahatlah dalam kemenangan yang mahadamai, ” demikian dikutip lantaran akun Sejuk.

Pada pukul 14. 30 WIB, detikcom kembali mendatangi akun Facebook Sejuk tersebut. Namun postingan yang mengabarkan meninggalnya Lia Eden tak lagi ada.

Akun tersebut hanya membagikan unggahan orang lain yang menyampaikan kabar meninggalnya Lia Eden. Dalam kolom perkataan, Sejuk juga menjawab perkara warganet yang mempertanyakan tentang penghapusan unggahan mengenai Lia Eden.

“Nanti setelah hari Senin, setelah masa berkabung selesai lengkap, kawan-kawan Eden akan publikasi juga, ” demikian pikiran Sejuk dalam kolom kritik.

Lia Eden pernah menggegerkan Indonesia pada 2005 lalu. Kala tersebut, dia mengaku memperoleh wahyu dari Jibril. Dia kendati mendapatkan sejumlah pengikut melalui Takhta Suci Kerajaan Tuhan.

Namun MUI menilai ajaran Lia Eden sebagai ajaran sesat. Lia Eden juga ditangkap untuk tuduhan penodaan agama. Dengan terakhir dia pernah dihukum selama 2, 5 tarikh penjara dan bebas pada 15 April 2011.

Saat bebas, Lia Eden mengaku tidak kapok dipenjara. Lia menyatakan mau terus menyiarkan keyakinannya dengan mendamaikan semua agama.

“Ah nggak. Kami tidak kapok. Saya akan kembali dengan tugas mulia saya. Saya tidak takut. Ini urusan Tuhan kudu dilakukan. Amanat Allah kudu dilakukan, ” kata Lia Eden saat menghirup udara bebas di LP Hawa Tangerang, Jumat (15/4/2011).

“Kan hukum di Indonesia tidak boleh mengajarkan seperti itu? ” tanya wartawan.

“Nah itu dia. Di Nusantara harus ada keadilan buat keyakinan. Apalagi tugas aku mendamaikan seluruh agama. Ana diamanatkan untuk mendamaikan pegangan. Saya tidak ini tidak pernah berbuat kejahatan. Kami menjalani 4, 5 tarikh penjara bukan karena mengabulkan kejahatan loh, ” berat Lia Eden. (mae/dhn)