Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta

Media sosial diramaikan dengan petisi online terkait besaran THR PNS dan kementerian sultan. Wakil Ketua Tip XI DPR RI Amir Uskara meminta agar negeri tidak memotong THR para-para ASN.

“Tentu pembayaran THR ASN seharusnya 100%, termasuk tunjangan kinerja juga seperti 2019, ” kata Amir saat dihubungi, Jumat (30/4/2021).

Amir memastikan pihaknya bakal mempertanyakan kepada pemerintah bila ada ASN di kementerian tertentu yang diperlakukan khusus. Pimpinan Komisi XI dibanding Fraksi PPP itu menetapkan tidak boleh ada diskriminasi.

“Jika ada kementerian yang THR-nya berbeda tentu akan kami pertanyakan lebih lanjut. Apa dasar dan alasannya jika sampai ada yang menyambut 3 kali gaji. Jangan sampai menimbulkan diskriminasi, ” ucapnya.

Amir juga meminta tidak boleh ada pemotongan THR untuk ASN. Waketum PPP tersebut menilai THR untuk mutlak 4, 2 juta ASN ini nantinya bisa membantu memulihkan perekonomian sekaligus imbalan larangan mudik.

“Saat ini yang terutama adalah memastikan bukan hanya pegawai swasta, tapi selalu ASN harus menerima haknya, tidak boleh ada pengeratan THR. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi, sekaligus kompensasi sebab pelarangan mudik lebaran. Minus mudik, setidaknya uang THR ditransfer ke sanak saudara yang ada di dukuh halaman, ” tuturnya.

Senada dengan Amir, anggota Komisi XI lainnya, Hendrawan Supratikno juga meminta agar THR ASN tak dikurangi oleh pemerintah. Tidak hanya itu, dia selalu meminta besaran THR diberikan secara merata.

“Memang idealnya THR harus diberikan secara penuh & merata. Penuh dalam pemaknaan tidak dipotong atau dikurangi komponen-komponen tertentu dalam perolehan yang biasa diterima. Pecah dalam artian besarannya cocok untuk berbagai kelompok golongan, ” ungkapnya.

Politisi PDIP ini meminta agar persoalan THR tersebut jangan sampai memantik kecemburuan antarinstansi pemerintah.

“Intinya jangan sampai ketika Lebaran justru memantik kecemburuan antarinstansi, antarinsani, karena sesungguhnya inilah momentum kita beriringan untuk memelihara cita-cita bersusila sosialistik, ” tuturnya.

(maa/zak)