Jakarta

Polisi melimpahkan tiga simpulan kasus penyeludupan 119 kilogram narkotika jenis sabu ke Kejaksaan Kampung Idi Aceh Timur. Ketiga simpulan merupakan jaringan narkoba asal Malaysia.

Ketiganya menyeludupkan sabu melalui perairan Aceh yang bakal dibawa ke Jakarta. Pelimpahan tersangka dan barang bukti dilakukan di dalam Rabu (21/10) kemarin. Para tersangka kini dititipkan ke Polres Aceh Timur hingga persidangan dilakukan.

“Diterima oleh Kasi Pidum Aceh Timur, ” kata Penasihat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Krisno Siregar, dalam masukan tertulis, Jumat (23/10/2020).

Krisno mengatakan, penangkapan tiga tersangka jaringan Malaysia ini dilakukan melalui penelaahan di perairan Peureula, Aceh Timur. Pada 11 Juni 2020 didapati kapal motor KM Taupin Jaya berbendera Indonesia digunakan tiga simpulan untuk mengangkut 119 kilogram sabu dari Malaysia.

“Diangkut oleh tiga tersangka inisial US, SY, dan IR dengan barang bukti 119 kilogram sabu. Lantaran hasil interogasi, mereka mendapatkan sabu dari warga negara Malaysia di perairan Batu Putih dengan cara ship to ship, ” ucapnya.

Kasus ini merupakan pengembangan serangkaian kasus dari penyeludupan narkoba jaringan internasional Nigeria mencuaikan Malaysia menuju Aceh lalu Pekan Baru untuk dibawa ke Jakarta sejak 27 Mei 2020. Namun polisi berhasil menggagalkanya dengan mutlak barang bukti yang disita bersifat narkotika jenis sabu seberat 159 kilogram hingga 3 ribu tablet ekstasi.

“Dari analisa awal, ada informasi pengiriman sabu oleh jaringan Nigeria dari Malaysia menuju Aceh melalui jalur laut dan akan dibawa melalui belang darat ke Jakarta, ” tuturnya.

Menurut Krisno, jaringan itu memanfaatkan kelengahan pemeriksaan pikulan barang bahan pokok saat status pandemi virus Corona (COVID-19). Pada 27 Mei 2020, penyidik lalu melakukan pemeriksaan sebuah gudang pada Jalan Ujung Harapan, Babelan Kota, Bekasi, Jawa Barat dan menangkap seorang tersangka beserta sabu 35 kilogram.

“Di sana dilakukan penangkapan terhadap tersangka perempuan inisial ES dengan barang informasi sabu seberat 35 kilogram, ” ujarnya.

Krisno memberikan, penyidik kemudian melakukan pengembangan dan didapati informasi penyebaran narkoba di Pekanbaru, Riau. Tim kemudian menangkap tersangka berinsial SD di pendahuluan Bank BTN KCP Panam, Cabang Baru, Tampan, Pekanbaru dan menyembunyikan barang bukti narkoba jenis sabu.

“Barang bukti dengan diamankan berupa 5 kg sabu, 3 ribu butir pil ekstasi, dan 300 butir H-5/Emirin5, ” imbuhnya.

(imk/imk)