Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021. Sukabumi – Seorang kiai berinisial E dimarahi aparat Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, usai memposting jalanan rusak. Partai NasDem mengkritik aparat desa.

“Semua aparat desa jangan alergi terhadap medsos, karena medsos itu kan menjelma salah satu sarana buat komunikasi, ” ujar Pemimpin DPP NasDem Saan Mustopa ketika dihubungi detikcom , Jumat (12/3/2021).

Komunikasi di dalam media sosial, sebut Saan, bisa berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat. Menurutnya, media sosial mampu memacu pembangunan dan perbaikan infrastruktur daerah.

“Misalnya ada jalan yang hancur dan sebagainya diposting , itu kejadian yang menurut saya umum saja, tidak perlu direspons dengan sikap-sikap yang dengan negatif, misalnya itu dianggap mencemarkan dan sebagainya. Justru harus direspons dengan situasi yang positif dengan cepat, tanggap. Jadi bukan mencura mereka yang posting, ” tutur Wakil Ketua Upah II DPR RI tersebut.

Di masa digital, media sosial saat ini menjadi sarana bagi warga untuk melaporkan persoalan biar mendapatkan respons dari pemerintah. Saan menyebut cara-cara bersahaja, seperti melaporkan langsung permasalahan ke aparat desa, terkadang justru tidak mendapat respons.

“Dengan jalan sosial akan lebih lekas, dan menurut saya itu sudah waktunya juga aparat-aparat desa, apakah kepala desa dan lain-lain memiliki media baik juga sebagai ajang untuk interaksi menyampaikan pendapat, keluhan atau keadaan sosial daerah yang ada? ” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang guru dimarahi alat desa hanya karena mengunggah kondisi jalan rusak dalam ruas jalan menuju tempatnya bertugas. Diketahui guru inisial E itu bertugas jadi pendidik di SMPN satu Cantayan, Kabupaten Sukabumi.

Kiai di Sukabumi didatangi alat desa karena posting ulama rusak (Foto: Tangkapan adang-adang Facebook)

Unggahan kemudian membuat sebanyak aparat Desa Cijalingan menentang guru E, mereka mempertanyakan motif dibalik unggahan E di media sosialnya. Pada sejumlah percakapan, aparat kampung tidak menerima unggahan itu.

Persoalan tersebut berakhir islah. Kedua bagian menandatangani surat berita kesibukan penyelesaian masalah yang dibubuhkan di atas materai.

Kades Cijalingan Didin Jamaludin berjanji akan menunggui dan memantau aparaturnya dengan menurut dia memarahi sang tutor itu karena spontanitas. Ia membantah upaya itu disebut sebagai persekusi aparat desanya kepada guru yang bersangkutan.

“Tindakan tersebut spontanitas. Hal seperti tersebut (memang) tidak baik serta mudah-mudahan mungkin nanti di satu musyawarah kan ada dinamika seperti itu. Tidak tersedia niatan persekusi dan seluruh macam. Sudah benar-benar tidak ada permasalahan, hari Rabu sudah selesai dan videonya di-up kan, ” sirih Didin, Jumat (12/3/2021).

Simak video ‘Pak Guru Eko Posting Jalan Rusak, Eh Alat Desa ‘Mencak-mencak’:

[Gambas:Video 20detik]

(isa/zak)