Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Kebumen

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto memimpin apel pengamanan suangi takbir Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah keadaan ini. Pihaknya melarang Salat Idul Fitri digelar dalam alun-alun kota Kebumen untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Apel pasukan digelar di depan Pendopo Sendi Dinas Bupati Kebumen, Rabu (12/5/2021). Acara tersebut turut dihadiri oleh seluruh jajaran Forkopimda di lingkup Kabupaten Kebumen, para pimpinan OPD serta sejumlah ormas.

Arif mengatakan, menghadap perayaan Hari Raya Idul Fitri perlu dilakukan pengamanan oleh aparat kepolisian, TNI, dan juga ormas buat memantau dan mencegah terjadinya penumpukan massa, seperti takbir keliling atau kegiatan gerombolan lainnya.

“Saya harapkan masyarakat tak takbir keliling. Silakan dalam rumah saja, tidak menetapkan mendatangi keramaian atau melaksanakan keramaian baru. Karena kita tahu, pandemi COVID-19 dalam Kebumen masih cukup tinggi, ” kata Arif Sugiyanto.

Alun-alun Kebumen juga telah disterilisasi serta sudah ditutup sejak memukul 16. 00 WIB dan disemprot disinfektan. Masyarakat tak diperkenankan mengadakan aktivitas di alun-alun.

“Alun-alun sudah kita seterilkan, sekaligus sudah dilakukan penyemprotan awahama. Jadi malam ini kita tidak mengizinkan adanya acara di alun-alun, ” imbuhnya.

Pada belakang hari, Kamis (13/5) kawasan juga tidak diperkenankan digunakan untuk Salat Idul Fitri dan Salat Idul Fitri akan digelar di Langgar Kauman Kebumen.

“Shalat Idul Fitri hanya ada di Masjid Kauman, tapi ada kemungkinan jamaah haji meluber sampai ke tepi alun-alun, ” terang Arif.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, Pemkab Kebumen sudah menyiapkan masker & hand sanitizer, atau wadah cuci tangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Massa Salat Idul Fitri pula diminta membawa sajadah tunggal.

“Kemudian setelah pulang Salat Idul Fitri tidak perlu melakukan halalbihalal. Di rumah saja, menikmati hidangan yang sudah tersedia. Ora salaman tetap seduluran , ” lanjutnya.

Tatkala itu, Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama menambahkan, pada malam takbiran ini pihaknya akan berkeliling melakukan pengecekan di sejumlah tempat untuk mencegah terjadinya kerumunan. Ada 300 pasukan yang disiapkan. Masyarakat pun diminta buat tetap di rumah.

“Kita mengimbau pada seluruh masyarakat Kebumen agar tidak melakukan takbir keliling. Cukup di rumah saja, isi dengan kegiatan membangun bersama keluarga, ” perkataan Kapolres.

Diketahui, jumlah pemudik di Kebumen hingga kini sudah mencapai 9. 134 orang, serta sudah dilakukan rapid test antigen. Dari jumlah tersebut, 14 orang dinyatakan reaktif dan semuannya sudah dilakukan karantina atau diisolasi.

(prf/ega)