Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Jakarta

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi membela Presiden Jokowi yang mempromosikan bipang Ambawang khas Ambawang, Kalimantan Barat. Menurutnya, pernyataan Jokowi tersebut ditujukan untuk masyarakat Nusantara dari beragam agama.

“Pernyataan Bapak Kepala tersebut ditujukan kepada segenap masyarakat Indonesia, yang terdiri atas beragam suku, pegangan, dan budaya. Yang memiliki kekayaan kuliner Nusantara dari berbagai daerah, ” katanya.

“Setiap sasaran memiliki kekhasan dan menjelma makanan favorit lokal. Oleh karena itu, sekali lagi, kuliner istimewa daerah yang disebut abu Presiden dalam video itu adalah untuk mempromosikan kuliner Nusantara yang sangat beragam, ” lanjutnya.

Dia menjelaskan ada beragam kuliner yang disukai oleh beragam kelompok masyarakat. Dia mengajak masyarakat menawarkan kuliner Nusantara.

“Tentu kuliner tersebut dimakan, disukai dan dicintai oleh berbagai kelompok masyarakat dengan juga beragam. Mari kita bangga dan promosikan kuliner Nusantara yang beragam, sehingga bisa menggerakkan ekonomi pertama UMKM, ” tuturnya.

Kendati demikian, dia tetap meminta maaf pada masyarakat Indonesia. Sebab, video tersebut merupakan bagian sejak acara Kemendag.

“Kami dari Kementerian Perdagangan selaku penanggung jawab daripada acara tersebut sekali lagi memastikan tidak ada juntrungan apa pun dari pemberitahuan Bapak Presiden. Kami mohon maaf sebesar-besarnya jika berlaku kesalahpahaman. Karena niat kami hanya ingin agar kita semua bangga terhadap penerapan dalam negeri. Termasuk bermacam-macam kuliner khas daerah dan menghargai keberagaman bangsa kita, ” kata Mendag Muhammad Lutfi dalam video dengan diunggah di akun YouTube Kemendag, Sabtu (8/5/2021).

Seperti diketahui, video pidato Jokowi yang menaikkan bipang Ambawang khas Ambawang, Kalimantan Barat, viral pada media sosial. Video itu disorot karena bipang dinarasikan sebagai babi panggang, dengan termasuk makanan haram untuk kaum muslimin.