Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

Jakarta awut-awutan Viral di media baik video yang menarasikan seorang jaksa menerima suap pada sidang kerumunan dan tes swab Habib Rizieq Shihab yang telah digelar pada Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Kejaksaan Agung (Kejagung) mengecap kejadian itu tidak betul.

Video tersebut menarasikan dengan voice over ‘terbongkar pengakuan seorang jaksa dengan mengaku menerima suap kasus sidang Habib Rizieq Shihab, innalillah semakin hancur paras hukum Indonesia, ‘. Video itu berdurasi 48 denyut dengan menampilkan wawancara wartawan dengan seorang jaksa dengan belakangan diketahui Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yulianto.

Potongan video itu memunculkan interaksi wawancara antara jaksa Yulianto dengan wartawan.

‘Berapa yang ditangkap Pak? ‘ kata wartawan.
‘Satu yang kita tangkap jaksa AM yang kedua adalah AF pemberinya, ‘ kata jaksa Yulianto.
‘Nominalnya? ‘ sahut wartawan.
‘Nominalnya satu, 5 uangnya dalam bentuk pecahan rupiah dan potongan rupiah Rp 100 ribu dan pecahan Rp 50 ribu, ‘ kata jaksa.
‘Ditemukan di? ‘ lanjut wartawan itu.
‘Ditemukan di tempat kos oknum jaksa, ‘ ungkap jaksa mengakhiri.

Kejagung lantas memberikan penjelasan. Kepala Pusat Penerangan Dasar (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyebut bahwa peristiwa dalam video itu terjadi pada November 2016. Leonard menerangkan, video tersebut tidak berkaitan dengan kejadian sidang Habib Rizieq.

“Bahwa video interpretasi seorang oknum jaksa oleh tim saber pungli Kejaksaan Agung adalah peristiwa yang terjadi pada bulan November tahun 2016 yang morat-marit dan bukan merupakan penetapan jaksa yang menerima uang sogok kasus sidang Habib Rizieq Shihab, ” kata Leonard seperti dikutip, Minggu (21/3/2021).

Oknum jaksa AF yang ditangkap tersebut merupakan terpidana atas peristiwa korupsi penjualan tanah simpanan di Jawa Timur. Kejagung menegaskan video tersebut tak benar alias hoax.

“Bahwa penangkapan oknum jaksa AF di Jawa Timur tersebut terkait dengan pemberian suap dalam pengerjaan perkara tindak pidana manipulasi penjualan tanah kas desa di Desa Kali Mok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ” tuturnya.

“Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung menegaskan bahwa informasi dalam video tersebut merupakan tidak benar atau hoax , ” sambungnya.

Simak juga ‘Dirut RS Ummi Didakwa Buat Kegaduhan Gegara Hoax Hasil Swab Habib Rizieq’:

[Gambas:Video 20detik] (whn/knv)