Sydney

Seorang personel Angkatan Bersenjata Australia (ADF) melanggar aturan karantina virus Corona (COVID-19) di Sydney, Australia. Akibatnya, tentara ini dihukum dam sebesar AUS$ 1. 000 ataupun setara Rp 10, 9 juta.

Seperti dilansir CNN , Rabu (16/9/2020), Kepolisian New South Wales (NSW) dalam pernyataannya menyebut pelanggaran tersebut terjadi saat tentara tersebut dikarantina di sebuah hotel di Sydney. Dia kedapatan mengizinkan seorang tamu wanita masuk ke dalam kamarnya.

“Dua Pemberitahuan Pengingkaran (PIN) telah diterbitkan setelah seorang anggota Angkatan Bersenjata Australia (ADF) menjamu seorang tamu saat sedang menjalani karantina wajib di suatu hotel di Sydney semalam, ” demikian pernyataan Kepolisian New South Wales.

Personel ADF tersebut menjalani karantina wajib di hotel setelah kembali dari penempatan pada luar negeri.

Disebutkan bahwa personel ADF lainnya sedangkan ‘melakukan pengamanan’ di sebuah hotel di Sydney pada pukul 00. 45 waktu setempat, ketika mereka mendengar ‘suara wanita dari di kamar’.

Akibat pelanggaran itu, sebut Kepolisian New South Wales, seorang tentara ADF yang berusia 26 tahun — namanya tidak diungkap dan seorang wanita berusia 53 — namanya serupa tidak disebut — masing-masing dihukum denda AUS$ 1. 000 karena gagal mematuhi pembatasan Corona.

Para personel ADF yang lain kemudian mengawal wanita itu muncul dari area karantina dan memintanya segerak check-out dari hotel, lalu menjalani tes Corona dan melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Sementara si tentara ADF itu tetap melanjutkan karantina di hotel.

(nvc/rdp)