Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Makassar – Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengutarakan kedua pelaku bom pati padam diri di Gereja Katedral Makassar merupakan jaringan teroris JAD. Boy menyebut keduanya adalah sel regenerasi sejak jaringan teroris tersebut.

“Ini berkaitan dengan jaringan teroris yang sudah dilarang di Indonesia, Jamaah Ansaruh Daulah atau JAD ya, ” kata Boy kepada wartawan di Gereja Katedral Makassar, Senin (29/3/2021).

Boy mengatakan kedua pelaku ini merupakan sel-sel jaringan teroris JAD. Menurutnya, keduanya sel regenerasi jaringan teroris tersebut.

“Ini sel-selnya, sel-selnya sebab dia regenerasi terus, maka salah satunya adalah 2 insan yang menjadi pelaku bom bunuh diri tersebut, ” ucapnya.

Tak hanya itu, Boy juga mengungkap kedua karakter bom bunuh diri ini tidak beraksi sendirian. Dia memastikan keduanya didukung pendanaan oleh sejumlah pihak yang saat ini sudah ditangkap pihak kepolisian.

“Bermacam-macam kalau pendanaan tersebut, bisa dari sumber-sumber bagian yang tidak bertanggung tanggungan yang mendukung tindakan-tindakan mereka, bisa di antara itu mengumpulkan dana sendiri dengan menurut mereka untuk kegiatan amaliah, ” ujarnya.

“Jadi sudah ada tersangka baru yang diduga kuat memberikan dukungan kepada yang bersangkutan. Langkah-langkah penegakan hukum sudah dilakukan sebab pihak penyidik Polri Densus 88 dan hasilnya cukup bagus, ya estimasinya kurang-lebih 2 sampai 3, ” lanjut Boy.

Seperti diketahui, ledakan bom bunuh diri terjadi dalam depan Gereja Katedral Makassar pada pukul 10. 28 Wita, Minggu (28/3). Karakter bom bunuh diri dengan berjenis kelamin laki-laki & perempuan itu berboncengan menggunakan sepeda motor ke pendahuluan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3).

Individualitas salah satu pelaku peledak bunuh diri di aliran Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, juga sudah dikantongi. Satu pelaku yang lulus diidentifikasi berinisial LL. Namun satu pelaku lainnya masih dalam penyelidikan.

“Kejadian tersebut dilakukan oleh 2 tersangka. tersangka perdana L (sidik jari identik), sedangkan tersangka kedua sedang diidentifikasi, ” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di lokasi kejadian, Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021). (maa/fjp)