Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Banyuasin kepala

Polisi menangkap Sahrudin (44), pelaku penganiayaan berat terhadap istri siri, di Banyuasin, Sumatera Daksina. Aksi yang dilakukan dengan brutal itu diduga karena pelaku cemburu buta.

“Motifnya cemburu, karakter emosi menuduh istrinya bermukah. Tapi ketika ditanya istrinya bersekingkuh dengan siapa karakter ini tidak bisa membalas, ” kata Ikang kepada detikcom, Minggu (6/6/2021).

Dari data dengan diterima detikcom, berikut jadwal aksi penganiayaan berat yang dilakukan Sahrudin terhadap objek dari pukul 21. 00 sampai 05. 00 WIB, Selasa (1/6) di Daerah Taja Mulya, Betung, Banyuasin, diantaranya:

– Memukul pelipis ceroboh kiri dan kanan.
– Memukul muka serta kepala berkali-kali dengan tangan dan senter.
– Menginjak-injak leher dan pinggang.
– Menyeret awak Korban.
– Menempelkan api rokok ke depan.
– Membakar lengan dengan korek api.
– Memukul lutut suku dengan cobek (ulekan cabe).
– Memasukan ulekan cabe ke dalam kemaluan korban.
– Menawan leher Korban dengan menggunakan tali baju.
kepala Telanjangi, siram dengan patra tanah, minyak sayur serta sambal ikan.
– Memecahkan telur ditubuh dan kepala.
berantakan Menggunting rambut korban secara menggunakan pisau dan gunting tidak beraturan.

Selain menangkap tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah bahan bukti yakni, sebilah badik, 1 buah tas, satu unit ponsel kondisi rusak, 1 buah gunting, satu potongan kabel, 1 buah tali plastik, potongan bulu korban dan 1 buah ulekan sambal.

“Atas perbuatannya, tersangka saat ini ditahan dan dijerat mengenai tindak pidana penganiyaan dan atau percobaan pembunuhan serta atau kekerasan dalam famili, sebagaimana dimaksud dalam pencetus 351 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP Jo pasal 53 KUHP dan atau pasal 44 UU RI NO 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, intimidasi hukuman lebih kurang 15 tahun penjara, ” jelas Ikang.

Sebelumnya, seorang wanita inisial RN (44), melaporkan suami sirinya, SH (44), ke polisi. RN mengaku disiksa had dipaksa minum air pipis.

“Korban dituduh selingkuh. Dari situ tiba terjadi penganiayaan dari jam 21. 00 sampai 05. 00 WIB. Itu terjadi di rumah korban, ” kata Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Ikang Ade kepada detikcom, Sabtu (5/6/2021).

Ikang menjelaskan penyiksaan itu dialami RN pada Selasa (1/6) pada Desa Taja Mulya, Betung, Banyuasin. Korban akhirnya menyelamatkan diri dari suaminya secara kabur.

“Korban dipukuli, menempelkan api cerutu di wajah, memasukkan anak batu (ulekan cabe) ke alat kelamin korban, sampai disuruh minum air seni. Korban disuruh mengaku dan terakhir rambut dipotong sampai habis, ” kata Ikang.

(maa/maa)