Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Jakarta kacau

Wakil Pemimpin MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan pelaksanaan protokol kesehatan tubuh (prokes) COVID-19 harus menjadi kewajiban dalam keseharian masyarakat. Sebab, langkah ini dinilainya berguna untuk menghadapi potensi sebaran varian baru virus Corona di tanah air.

“Munculnya sebesar varian baru virus Corona di sejumlah negara ialah peringatan bagi kita buat menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan konsisten di dalam keseharian, ” kata Rerie, sapaan akrab Wakil Ketua MPR RI dalam keterangannya, Minggu (25/4/2021).

Rerie menjelaskan ledakan penyaluran varian baru COVID-19 menyebabkan penambahan lebih dari 300 ribu kasus positif COVID-19 per hari di India. Ia menambahkan, kondisi itu menyebabkan sejumlah warga negeri India memilih ke luar negeri untuk menyelamatkan diri, salah satunya ke Nusantara.

Diketahui, pekan lalu 12 WNA dari India yang menghunjam Indonesia terdeteksi positif COVID-19. Untuk itu, lanjutnya, Negeri Indonesia mengeluarkan kebijakan dengan melarang WNA dari India masuk ke Indonesia buat sementara waktu.

Melihat hal ini, Rerie turut mengapresiasi langkah pemerintah tersebut. Menurutnya, ledakan urusan positif COVID-19 di sejumlah negara harus direspons dengan kebijakan yang tegas & antisipatif untuk mencegah penyaluran varian baru virus Corona lebih masif di Negeri Air.

Selain itu, Rerie pun menetapkan masyarakat harus terus memajukan kedisiplinan penggunaan masker, memelihara jarak, mencuci tangan dengan sabun, dan menjauhi kerumunan dalam keseharian.

Ia pun memaparkan perumpamaan terkini yang juga kudu diwaspadai di dalam kampung. Adapun contoh tersebut ialah kasus yang terjadi pasar lalu di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), yakni dua kali angka positivity rate pecah rekor di Sumbar. Diketahui, pada Minggu (18/4) tercatat 16% dan Rabu (21/4) tercatat 17, 6%, sementara kasus harian pasti COVID-19 di wilayah itu juga sempat mencapai nilai tertinggi yaitu 514 karakter pada Rabu (21/4).

Rerie menjelaskan berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Daerah Sumbar, kondisi tersebut dikarenakan adanya klaster penyebaran COVID-19 di pondok pesantren serta nagari. Hal ini, sebutnya, terjadi karena masyarakat tak disiplin menggunakan masker & bepergian secara berkelompok.

Sementara itu, sendat Rerie, Pemprov DKI Jakarta mencatat pada periode 5-11 April 2021 jumlah kejadian positif COVID-19 mencapai 157 kasus, dengan klaster perkantoran sebanyak 78 kasus. Bakal tetapi pada periode 12-18 April 2021 malah berlaku kenaikan jumlah kasus pasti COVID-19 menjadi 425 urusan dengan klaster perkantoran 177 kasus. Rerie menambahkan Pemprov DKI menyebut penularan di perkantoran ini terjadi di dalam kantor yang karyawannya telah mendapat vaksin COVID-19.

Rerie berharap dengan munculnya potensi penyebaran varian baru virus Corona dan kendornya disiplin protokol kesehatan tubuh di sejumlah daerah, para-para pemangku kepentingan di pusat dan daerah dapat berupaya lebih keras lagi untuk menyadarkan masyarakat.

Ia pun berharap klub bersedia melaksanakan protokol kesehatan tubuh dalam keseharian untuk menyekat penularan. Sebab menurutnya, cara mencegah penularan ini serupa berarti memutus rantai penyaluran virus Corona.

Selain itu, lanjut Rerie, upaya testing, tracing & treatments (3T) juga harus dilakukan oleh para pemangku kepentingan dengan disiplin serta konsisten sesuai kebijakan dengan telah ditetapkan.

Rerie mengatakan vaksinasi COVID-19 secara nasional memang sedang dilakukan pemerintah untuk membuat imunitas masyarakat. Kendati serupa itu, berdasarkan catatan Satgas COVID-19, dari target vaksinasi 181, 55 juta orang untuk mencapai kekebalan kelompok, bola lampu Sabtu (24/4) yang mendapatkan vaksinasi pertama tercatat anyar 11, 69 juta karakter dan yang sudah memperoleh vaksinasi kedua tercatat hangat 6, 78 juta orang.

Rerie menguatkan masyarakat wajib untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan had saat ini sebagai modus yang terbaik untuk menekan penularan COVID-19, sebab kekebalan kelompok lewat vaksinasi dinilai masih sangat jauh pencapaiannya.

(fhs/ega)